Just another Friendster Blogs weblog

ANALOGI YANG MENGAGUMKAN !

Seorang konsumen datang ke tempat tukang cukur untuk memotong rambut dan merapikan brewoknya. Si tukang cukur mulai memotong rambut konsumennya dan mulailah  terlibat pembicaraan yang mulai menghangat.

Mereka membicarakan banyak hal dan berbagai variasi topik pembicaraan, dan sesaat topik pembicaraan beralih tentang Tuhan. Si tukang cukur bilang,” Saya tidak percaya Tuhan itu ada”.
“Kenapa kamu berkata begitu ???” timpal si konsumen.
“Begini, coba Anda perhatikan di depan sana, di jalanan…. untuk menyadari bahwa Tuhan itu tidak ada. Katakan kepadaku, jika Tuhan itu ada, Adakah yang sakit??, Adakah anak terlantar?? Jika Tuhan ada, tidak akan ada sakit ataupun kesusahan. Saya tidak dapat membayangkan Tuhan Yang Maha Penyayang akan membiarkan ini semua terjadi.”

Si konsumen diam untuk berpikir sejenak, tapi tidak merespon karena dia tidak ingin memulai adu pendapat.Si tukang cukur menyelesaikan pekerjaannya dan si konsumen pergi meninggalkan tempat si tukang cukur. Beberapa saat setelah dia meninggalkan ruangan itu dia melihat ada orang di jalan dengan rambut yang panjang, berombak kasar mlungker-mlungker- istilah jawa-nya”,
kotor dan brewok yang tidak dicukur. Orang itu terlihat kotor dan tidak terawat.

Si konsumen balik ke tempat tukang cukur dan berkata,” Kamu tahu, sebenarnya TIDAK ADA TUKANG CUKUR.” Si tukang cukur tidak terima,” Kamu kok bisa bilang begitu ??”.”Saya disini dan saya tukang cukur. Dan barusan saya mencukurmu!”
“Tidak!” elak si konsumen. “Tukang cukur itu tidak ada, sebab jika ada, tidak akan ada orang dengan rambut panjang yang kotor dan brewokan seperti orang yang di luar sana”, si konsumen menambahkan.
“Ah tidak, tapi tukang cukur tetap ada!”, sanggah si tukang cukur. ”
Apa yang kamu lihat itu adalah salah mereka sendiri, kenapa mereka tidak datang ke saya”, jawab si tukang cukur membela diri.
“Cocok!”-kata si konsumen menyetujui.” Itulah point utama-nya!.
Sama dengan Tuhan, TUHAN ITU JUGA ADA !, Tapi apa yang terjadi… ?
orang-orang TIDAK MAU DATANG kepada-NYA, dan TIDAK MAU MENCARI-NYA.
Oleh karena itu banyak yang sakit dan tertimpa kesusahan di dunia ini.”
Si tukang cukur terbengong !!!!

forwarded by:

R_04/26/09

May 11th, 2009 at 9:43 am | Comments & Trackbacks (0) | Permalink


Bagussss deh ceritanya..

Jangan “ngambek” berkepanjangan terhadap org yg kamu kasihi

Bagi yg sudah pernah baca,luangkan waktu untuk baca sekali  lagi

Ini adalah cerita sebenarnya ( diceritakan oleh Lu Di dan di edit oleh Lian
Shu Xiang )

Sebuah salah pengertian yg mengakibatkan kehancuran sebuah rumah
tangga.Tatkala nilai akhir sebuah kehidupan sudah terbuka,tetapi segalanya
sudah terlambat.  Membawa nenek utk tinggal bersama menghabiskan masa
tuanya bersama kami,malah telah menghianati ikrar cinta yg telah kami buat
selama ini,setelah 2 tahun menikah,saya dan suami setuju menjemput nenek di
kampung utk tinggal bersama .

Sejak kecil suami saya telah kehilangan ayahnya,dia adalah satu-satunya
harapan nenek,nenek pula yg membesarkannya dan menyekolahkan dia hingga
tamat kuliah.

Saya terus mengangguk tanda setuju,kami segera menyiapkan sebuah kamar yg
menghadap taman untuk nenek,agar dia dapat berjemur,menanam bunga dan
sebagainya.Suami berdiri didepan kamar yg sangat kaya dgn sinar
matahari,tidak sepatah katapun yg terucap tiba-tiba saja dia mengangkat
saya dan memutar-mutar saya seperti adegan dalam film India dan berkata
:”Mari,kita jemput nenek di kampung”.

Suami berbadan tinggi besar,aku suka sekali menyandarkan kepalaku ke
dadanya yg bidang,ada suatu perasaan nyaman dan aman disana.Aku seperti
sebuah boneka kecil yg kapan saja bisa diangkat dan dimasukan kedalam
kantongnya.Kalau terjadi selisih paham diantara kami,dia suka tiba-tiba
mengangkatku tinggi-tinggi diatas kepalanya dan diputar-putar sampai aku
berteriak ketakutan baru diturunkan.Aku sungguh menikmati saat-saat seperti
itu.

Kebiasaan nenek di kampung  tidak berubah.Aku suka sekali menghias rumah
dengan bunga segar,sampai akhirnya nenek tidak tahan lagi dan berkata
kepada suami:”Istri kamu hidup foya-foya ,buat apa beli bunga?Kan bunga
tidak bisa dimakan?” Aku menjelaskannya kepada nenek:”Ibu,rumah dengan
bunga segar membuat rumah terasa lebih nyaman dan suasana hati lebih
gembira.”Nenek berlalu sambil mendumel,suamiku berkata sambil
tertawa:”Ibu, ini kebiasaan orang kota,lambat laun ibu akan terbiasa juga.”

Nenek tidak protes lagi,tetapi setiap kali melihatku pulang sambil membawa
bunga,dia tidak bisa menahan diri untuk bertanya berapa harga bunga
itu,setiap mendengar jawabanku dia selalu mencibir sambil
menggeleng-gelengka n kepala.Setiap membawa pulang barang belanjaan,dia
selalu tanya itu berapa harganya ,ini berapa.Setiap aku jawab,dia selalu
berdecak dengan suara keras.Suamiku memencet hidungku sambil
berkata:”Putriku, kan kamu bisa berbohong.Jangan katakan harga yang
sebenarnya.” Lambat laun,keharmonisan dalam rumah tanggaku mulai terusik.

Nenek sangat tidak bisa menerima melihat suamiku bangun pagi menyiapkan
sarapan pagi untuk dia sendiri,di mata nenek seorang anak laki-laki masuk
ke dapur adalah hal yang sangat memalukan.Di meja makan,wajah nenek selalu
cemberut dan aku sengaja seperti tidak mengetahuinya. Nenek selalu membuat
bunyi-bunyian dengan alat makan seperti sumpit dan sendok,itulah cara dia
protes.

Aku adalah instrukstur tari,seharian terus menari membuat badanku sangat
letih,aku tidak ingin membuang waktu istirahatku dengan bangun pagi apalagi
disaat musim dingin.Nenek kadang juga suka membantuku di dapur,tetapi makin
dibantu aku menjadi semakin repot,misalnya; dia suka menyimpan semua
kantong-kantong bekas belanjaan,dikumpulk an bisa untuk dijual
katanya.Jadilah rumahku seperti tempat pemulungan kantong
plastik,dimana- mana terlihat kantong plastik besar tempat semua kumpulan
kantong plastik.

Kebiasaan nenek mencuci piring bekas makan tidak menggunakan cairan
pencuci,agar supaya dia tidak tersinggung, aku selalu mencucinya sekali lagi
pada saat dia sudah tidur.Suatu hari,nenek mendapati aku sedang mencuci
piring malam harinya,dia segera masukke kamar sambil membanting pintu dan
menangis.Suamiku jadi serba salah,malam itu kami tidur seperti orang
bisu,aku coba bermanja-manja dengan dia,tetapi dia tidak perduli.Aku
menjadi kecewa dan marah..”Apa salahku?” Dia melotot sambil berkata:”Kenapa
tidak kamu biarkan saja? Apakah memakan dengan pring itu bisa membuatmu
mati?”

Aku dan nenek tidak bertegur sapa untuk waktu yg culup lama,suasana mejadi
kaku.Suamiku menjadi sangat kikuk,tidak tahu harus berpihak pada
siapa?Nenek tidak lagi membiarkan suamiku masuk ke dapur,setiap pagi dia
selalu bangun lebih pagi dan menyiapkan sarapan untuknya,suatu kebahagiaan
terpancar di wajahnya jika melihat suamiku makan dengan lahap,dengan sinar
mata yang seakan mencemohku sewaktu melihat padaku,seakan berkata dimana
tanggung jawabmu sebagai seorang istri?

Demi menjaga suasana pagi hari tidak terganggu,aku selalu membeli makanan
diluar pada saat berangkat kerja.Saat tidur,suami berkata:”Lu di,apakah
kamu merasa masakan ibu tidak enak dan tidak bersih sehingga kamu tidak
pernah makan di rumah?” sambil memunggungiku dia berkata tanpa menghiraukan
air mata yg mengalir di kedua belah pipiku.Dan dia akhirnya
berkata:”Anggaplah ini sebuah permintaanku, makanlah bersama kami setiap
pagi.”Aku mengiyakannya dan kembali ke meja makan yg serba canggung itu.

Pagi itu nenek memasak bubur,kami sedang makan dan tiba-tiba ada suatu
perasaan yg sangat mual menimpaku,seakan- akan isi perut mau keluar
semua.Aku menahannya sambil berlari ke kamar mandi,sampai disana aku segera
mengeluarkan semua isi perut.Setelah agak reda,aku melihat suamiku berdiri
didepan pintu kamar mandi dan memandangku dengan sinar mata yg tajam,diluar
sana terdengar suara tangisan nenek dan berkata-kata dengan bahasa
daerahnya.Aku terdiam dan terbengong tanpa bisa berkata-kata. Sungguh bukan
sengaja aku berbuat demikian!.

Pertama kali dalam perkawinanku, aku bertengkar hebat dengan suamiku,nenek
melihat kami dengan mata merah dan berjalan menjauh..suamiku segera
mengejarnya keluar rumah..

Menyambut anggota baru tetapi dibayar dengan nyawa nenek.

Selama 3 hari suamiku tidak pulang ke rumah dan tidak juga  meneleponku. Aku
sangat kecewa,semenjak kedatangan nenek di rumah ini,aku sudah banyak
mengalah,mau bagaimana lagi?Entah kenapa aku selalu merasa mual dan
kehilangan nafsu makan ditambah lagi dengan keadaan rumahku yang
kacau,sungguh sangat menyebalkan. Akhirnya teman sekerjaku berkata:”Lu
Di,sebaiknya kamu periksa ke dokter.”Hasil pemeriksaan menyatakan aku
sedang hamil.Aku baru sadar mengapa aku mual-mual pagi itu.Sebuah berita
gembira yg terselip juga kesedihan.Mengapa suami dan nenek sebagai orang yg
berpengalaman tidak berpikir sampai sejauh itu?

Di pintu masuk rumah sakit aku melihat suamiku,3 hari tidak bertemu dia
berubah drastis,muka kusut kurang tidur,aku ingin segera berlalu tetapi
rasa iba membuatku tertegun dan memanggilnya. Dia melihat ke arahku tetapi
seakan akan tidak mengenaliku lagi,pandangan matanya penuh dengan kebencian
dan itu melukaiku.Aku berkata pada diriku sendiri,jangan lagi melihatnya
dan segera memanggil taksi.Padahal aku ingin memberitahunya bahwa kami akan
segera memiliki seorang anak.Dan berharap aku akan diangkatnya
tinggi-tinggi dan diputar-putar sampai aku minta ampun tetapi….. mimpiku
tidak menjadi kenyataan.Didalam taksi air mataku mengalir dengan
deras.Mengapa kesalah pahaman ini berakibat sangat buruk?

Sampai di rumah aku berbaring di ranjang memikirkan peristiwa
tadi,memikirkan sinar matanya yg penuh dengan kebencian,aku menangis dengan
sedihnya.Tengah malam,aku mendengar suara orang membuka laci,aku menyalakan
lampu dan melihat dia dgn wajah berlinang air mata sedang mengambil uang
dan buku tabungannya. Aku nenatapnya dengan dingin tanpa berkata-kata. Dia
seperti tidak melihatku saja dan segera berlalu.Sepertinya dia sudah
memutuskan utk meninggalkan aku.Sungguh lelaki yg sangat picik,dalam saat
begini dia masih bisa membedakan antara cinta dengan uang.Aku tersenyum
sambil menitikan air mata.

Aku tidak masuk kerja keesokan harinya,aku ingin secepatnya membereskan
masalah ini,aku akan membicarakan semua masalah ini dan pergi mencarinya di
kantornya.Di kantornya aku bertemu dengan seketarisnya yg melihatku dengan
wajah bingung.”Ibunya pak direktur baru saja mengalami kecelakaan lalu
lintas dan sedang berada di rumah sakit.Mulutku terbuka lebar.Aku segera
menuju rumah sakit dan saat menemukannya, nenek sudah meninggal.Suamiku
tidak pernah menatapku,wajahnya kaku.Aku memandang jasad nenek yg terbujur
kaku.Sambil menangis aku menjerit dalam hati:”Tuhan, mengapa ini bisa
terjadi?”

Sampai selesai upacara pemakaman,suamiku tidak pernah bertegur sapa
denganku,jika memandangku selalu dengan pandangan penuh dengan
kebencian.Peristiwa kecelakaan itu aku juga tahu dari orang lain,pagi itu
nenek berjalan ke arah terminal,rupanya dia mau kembali ke kampung.Suamiku
mengejar sambil berlari,nenek juga berlari makin cepat sampai tidak melihat
sebuah bus yg datang ke arahnya dengan kencang.Aku baru mengerti mengapa
pandangan suamiku penuh dengan kebencian.Jika aku tidak muntah pagi
itu,jika kami tidak bertengkar, jika…….. ….dimatanya, akulah penyebab
kematian nenek.

Suamiku pindah ke kamar nenek,setiap malam pulang kerja dengan badan penuh
dengan bau asap rokok dan alkohol.Aku merasa bersalah tetapi juga merasa
harga diriku terinjak-injak. Aku ingin menjelaskan bahwa semua ini bukan
salahku dan juga  memberitahunya bahwa kami akan segera mempunyai

anak.Tetapi melihat sinar matanya,aku tidak pernah menjelaskan masalah
ini.Aku rela dipukul atau dimaki-maki olehnya walaupun ini bukan
salahku.Waktu berlalu dengan sangat lambat.Kami hidup serumah tetapi
seperti tidak mengenal satu sama lain.Dia pulang makin larut malam.Suasana
tegang didalam rumah.

Suatu hari,aku berjalan melewati sebuah café,melalui keremangan lampu dan
kisi-kisi jendela, aku melihat suamiku dengan seorang wanita didalam.Dia
sedang menyibak rambut sang gadis dengan mesra.Aku tertegun dan mengerti
apa yg telah terjadi.Aku masuk kedalam dan berdiri di depan mereka sambil
menatap tajam kearahnya.Aku tidak menangis juga tidak berkata apapun karena
aku juga tidak tahu harus berkata apa.Sang gadis melihatku dan ke arah
suamiku dan segera hendak berlalu.Tetapi dicegah oleh suamiku dan menatap
kembali ke arahku dengan sinar mata yg tidak kalah tajam dariku.Suara detak
jangtungku terasa sangat keras,setiap detak suara seperti suara menuju
kematian.Akhirnya aku mengalah dan berlalu dari hadapan mereka,jika tidak..
mungkin aku akan jatuh bersama bayiku dihadapan mereka.

Malam itu dia tidak pulang ke rumah.Seakan menjelaskan padaku apa yang
telah terjadi.Sepeninggal nenek,rajutan cinta kasih kami juga sepertinya
telah berakhir.Dia tidak kembali lagi ke rumah,kadang sewaktu pulang ke
rumah,aku mendapati lemari seperti bekas dibongkar.Aku tahu dia kembali
mengambil barang-barang keperluannya. Aku tidak ingin menelepon dia walaupun
kadang terbersit suatu keinginan untuk menjelaskan semua ini.Tetapi itu
tidak terjadi….. ….,semua berlalu begitu saja.

Aku mulai hidup seorang diri,pergi check kandungan seorang diri.Setiap kali
melihat sepasang suami istri sedang check kandungan bersama,hati ini serasa
hancur.Teman- teman menyarankan agar aku membuang saja bayi ini,tetapi aku
seperti orang yg sedang histeris mempertahankan miliknya.Hitung- hitung
sebagai pembuktian kepada nenek bahwa aku tidak bersalah.

“Suatu hari pulang kerja,aku melihat dia duduk didepan ruang tamu.Ruangan
penuh dengan asap rokok dan ada selembar kertas diatas meja,tidak perlu
tanya aku juga tahu surat apa itu.2 bulan hidup sendiri,aku sudah bisa
mengontrol emosi.Sambil membuka mantel dan topi aku berkata
kepadanya:”" Tunggu sebentar,aku akan segera menanda tanganinya”" .Dia
melihatku dengan pandangan awut-awutan demikian juga aku.Aku berkata pada
diri sendiri,jangan menangis,jangan menangis.Mata ini terasa sakit sekali
tetapi aku terus bertahan agar air mata ini tidak keluar.Selesai membuka
mantel,aku berjalan ke arahnya dan ternyata dia memperhatikan perutku yg
agak membuncit.Sambil duduk di kursi,aku menanda tangani surat itu dan
menyodorkan kepadanya.”" Lu di,kamu hamil?”" Semenjak nenek meninggal,itulah
pertama kali dia berbicara kepadaku.Aku tidak bisa lagi membendung air
mataku yg menglir keluar dengan derasnya.Aku menjawab:”"Iya, tetapi tidak
apa-apa.Kamu sudah boleh pergi”".Dia tidak pergi,dalam keremangan ruangan
kami saling berpandangan. .Perlahan- lahan dia membungkukan badanya ke
tanganku,air matanya terasa menembus lengan bajuku.Tetapi di lubuk
hatiku,semua sudah berlalu,banyak hal yg sudah

pergi dan tidak bisa diambil kembali.”

Entah sudah berapa kali aku mendengar dia mengucapkan kata:”Maafkan
aku,maafkan aku”.Aku pernah berpikir untuk memaafkannya tetapi tidak
bisa.Tatapan matanya di cafe itu tidak akan pernah aku lupakan.Cinta
diantara kami telah ada sebuah luka yg menganga.Semua ini adalah sebuah
akibat kesengajaan darinya.

Berharap dinding es itu akan mencair,tetapi yang telah berlalu tidak akan
pernah kembali.Hanya sewaktu memikirkan bayiku,aku bisa bertahan untuk
terus hidup.Terhadapnya, hatiku dingin bagaikan es,tidak pernah menyentuh
semua makanan pembelian dia,tidak menerima semua hadiah pemberiannya tidak
juga berbicara lagi dengannya.Sejak menanda tangani surat itu,semua cintaku
padanya sudah berlalu,harapanku telah lenyap tidak berbekas.

Kadang dia mencoba masuk ke kamar untuk tidur bersamaku,aku segera berlalu
ke ruang tamu,dia terpaksa kembali ke kamar nenek.Malam hari,terdengar
suara orang mengerang dari kamar nenek tetapi aku tidak perduli.Itu adalah
permainan dia dari dulu.Jika aku tidak perduli padanya,dia akan
berpura-pura sakit sampai aku menghampirinya dan bertanya apa yang
sakit.Dia lalu akan memelukku sambil tertawa terbahak-bahak. Dia
lupa…….. ,itu adalah dulu,saat cintaku masih membara,sekarang apa lagi
yg aku miliki?

Begitu seterusnya,setiap malam aku mendengar suara orang mengerang sampai
anakku lahir.Hampir setiap hari dia selalu membeli barang-barang
perlengkapan bayi,perlengkapan anak-anak dan buku-buku bacaan untuk
anak-anak.Setumpuk demi setumpuk sampai kamarnya penuh sesak dengan
barang-barang. Aku tahu dia mencoba menarik simpatiku tetapi aku tidak
bergeming.Terpaksa dia mengurung diri dalam kamar,malam hari dari kamarnya
selalu terdengar suara pencetan keyboard komputer.Mungkin dia lagi
tergila-gila chatting dan berpacaran di dunia maya pikirku.Bagiku itu bukan
lagi suatu masalah.

Suatu malam di musim semi,perutku tiba-tiba terasa sangat sakit dan aku
berteriak dengan suara yg keras.Dia segera berlari masuk ke
kamar,sepertinya dia tidak pernah tidur.Saat inilah yg ditunggu-tunggu
olehnya.Aku digendongnya dan berlari mencari taksi ke rumah sakit.Sepanjang
jalan,dia mengenggam dengan erat tanganku,menghapus keringat dingin yg
mengalir di dahiku.Sampai di rumah sakit,aku segera digendongnya menuju
ruang bersalin.Di punggungnya yg kurus kering,aku terbaring dengan hangat
dalam dekapannya.Sepanjan g hidupku,siapa lagi yg mencintaiku sedemikian
rupa jika bukan dia?

Sampai dipintu ruang bersalin,dia memandangku dengan tatapan penuh kasih
sayang saat aku didorong menuju persalinan,sambil menahan sakit aku masih
sempat tersenyum padanya..Keluar dari ruang bersalin,dia memandang aku dan
anakku dengan wajah penuh dengan air mata sambil tersenyum bahagia.Aku
memegang tanganya,dia membalas memandangku dengan bahagia,tersenyum dan
menangis lalu terjerambab ke lantai.Aku berteriak histeris memanggil
namanya.

Setelah sadar,dia tersenyum tetapi tidak bisa membuka matanya…aku pernah
berpikir tidak akan lagi meneteskan sebutir air matapun untuknya,tetapi
kenyataannya tidak demikian,aku tidak pernah merasakan sesakit saat
ini.Kata dokter,kanker hatinya sudah sampai pada stadium mematikan,bisa
bertahan sampai hari ini sudah merupakan sebuah mukjijat.Aku tanya kapankah
kanker itu terdeteksi? 5 bulan yg lalu kata dokter,bersiap- siaplah
menghadapi kemungkinan terburuk.Aku tidak lagi perduli dengan nasehat
perawat,aku segera pulang ke rumah dan ke kamar nenek lalu menyalakan
komputer.

Ternyata selama ini suara orang mengerang adalah benar apa adanya,aku masih
berpikir dia sedang bersandiwara. …Sebuah surat yg sangat panjang ada di
dalam komputer yg ditujukan kepada anak kami.”Anakku, demi dirimu aku terus
bertahan,sampai aku bisa melihatmu.Itu adalah harapanku.Aku tahu dalam
hidup ini,kita akan menghadapi semua bentuk kebahagiaan dan
kekecewaan,sungguh bahagia jika aku bisa melaluinya bersamamu tetapi ayah
tidak mempunyai kesempatan untuk itu.Didalam komputer ini,ayah mencoba
memberikan saran dan nasehat terhadap segala kemungkinan hidup yg akan kamu
hadapi.Kamu boleh mempertimbangkan saran ayah.

“”"Anakku,selesai menulis surat ini,ayah merasa telah menemanimu hidup
selama bertahun -tahun.Ayah sungguh bahagia.Cintailah ibumu,dia sungguh
menderita,dia adalah orang yg paling mencintaimu dan adalah orang yg paling
ayah cintai”".

Mulai dari kejadian yg mungkin akan terjadi sejak TK,SD,SMP,SMA sampai
kuliah,semua tertulis dengan lengkap didalamnya.Dia juga menulis sebuah
surat untukku.”"Kasihku, dapat menikahimu adalah hal yg paling bahagia aku
rasakan dalam hidup ini.Maafkan salahku,maafkan aku tidak pernah
memberitahumu tentang penyakitku.Aku tidak mau kesehatan bayi kita
terganggu oleh karenanya..Kasihku, jika engkau menangis sewaktu membaca surat
ini,berarti kau telah memaafkan aku.Terima kasih atas cintamu padaku selama
ini.Hadiah-hadiah ini aku tidak punya kesempatan untuk memberikannyapada
anak kita.Pada bungkusan hadiah tertulis semua tahun pemberian padanya”".”

Kembali ke rumah sakit,suamiku masih terbaring lemah.Aku menggendong anak
kami dan membaringkannya diatas dadanya sambil berkata:”Sayang, bukalah
matamu sebentar saja,lihatlah anak kita.Aku mau dia merasakan kasih sayang
dan hangatnya pelukan ayahnya”.Dengan susah payah dia membuka
matanya,tersenyum. ……… …..anak itu tetap dalam dekapannya,dengan
tanganya yg mungil memegangi tangan ayahnya yg kurus dan lemah.Tidak tahu
aku sudah menjepret berapa kali momen itu dengan kamera di tangan sambil
berurai air mata…….. ……… ….

Teman2 terkasih,aku sharing cerita ini kepada kalian,agar kita semua bisa
menyimak pesan dari cerita ini.Mungkin saat ini air mata kalian sedang
jatuh mengalir atau mata masih sembab sehabis menangis,ingatlah pesan dari
cerita ini :

“Jika ada sesuatu yg mengganjal di hati diantara kalian yg
saling mengasihi,sebaiknya utarakanlah jangan simpan didalam hati.Siapa tau
apa yg akan terjadi besok?

Ada sebuah pertanyaan:

Jika kita tahu besok
adalah hari kiamat,apakah kita akan menyesali semua hal yg telah kita
perbuat? atau apa yg telah kita ucapkan? Sebelum segalanya menjadi
terlambat,pikirlah matang2 semua yg akan kita lakukan sebelum kita
menyesalinya seumur hidup.

Diterjemahkan secara bebas oleh aku……… ….

forwarded by:

S.U   03/31/09

May 5th, 2009 at 4:29 pm | Comments & Trackbacks (0) | Permalink

Don’t u know? I feel so sad this night, even i don’t know exactly why.

And of course you don’t know too, of course that’s not your fault, because i never told you, right?

Ohh honey…. so much i love you, i’m sorry, i just….i don’t know….

Maybe i just…. miss you….

April 7th, 2009 at 8:29 am | Comments & Trackbacks (0) | Permalink

To: All Woman and mom in every place

Kehidupan pernikahan kami awalnya baik2 saja menurutku. Meskipun
menjelang pernikahan selalu terjadi konflik, tapi setelah menikah
Mario tampak baik dan lebih menuruti apa mauku.

Kami tidak pernah bertengkar hebat, kalau marah dia cenderung diam dan
pergi kekantornya bekerja sampai subuh, baru pulang kerumah, mandi,
kemudian mengantar anak kami sekolah. Tidurnya sangat sedikit,
makannya pun sedikit. Aku pikir dia workaholic.

Dia menciumku maksimal 2x sehari, pagi menjelang kerja, dan saat dia
pulang kerja, itupun kalau aku masih bangun. Karena waktu pacaran dia
tidak pernah romantis, aku pikir, memang dia tidak romantis, dan tidak
memerlukan hal2 seperti itu sebagai ungkapan sayang.

Kami jarang ngobrol sampai malam, kami jarang pergi nonton berdua,
bahkan makan berdua diluarpun hampir tidak pernah. Kalau kami makan di
meja makan berdua, kami asyik sendiri dengan sendok garpu kami, bukan
obrolan yang terdengar, hanya denting piring yang beradu dengan sendok
garpu.

Kalau hari libur, dia lebih sering hanya tiduran dikamar, atau main
dengan anak2 kami, dia jarang sekali tertawa lepas. Karena dia sangat
pendiam, aku menyangka dia memang tidak suka tertawa lepas.

Aku mengira rumah tangga kami baik2 saja selama 8 tahun pernikahan
kami. Sampai suatu ketika, disuatu hari yang terik, saat itu suamiku
tergolek sakit dirumah sakit, karena jarang makan, dan sering jajan di
kantornya, dibanding makan dirumah, dia kena typhoid, dan harus
dirawat di RS, karena sampai terjadi perforasi di ususnya. Pada saat
dia masih di ICU, seorang perempuan datang menjenguknya. Dia
memperkenalkan diri, bernama meisha, temannya Mario saat dulu kuliah.

Meisha tidak secantik aku, dia begitu sederhana, tapi aku tidak pernah
melihat mata yang begitu cantik seperti yang dia miliki. Matanya
bersinar indah, penuh kehangatan dan penuh cinta, ketika dia
berbicara, seakan2 waktu berhenti berputar dan terpana dengan
kalimat2nya yang ringan dan penuh pesona. Setiap orang, laki2 maupun
perempuan bahkan mungkin serangga yang lewat, akan jatuh cinta begitu
mendengar dia bercerita.

Meisha tidak pernah kenal dekat dengan Mario selama mereka kuliah
dulu, Meisha bercerita Mario sangat pendiam, sehingga jarang punya
teman yang akrab. 5 bulan lalu mereka bertemu, karena ada pekerjaan
kantor mereka yang mempertemukan mereka. Meisha yang bekerja di
advertising akhirnya bertemu dengan Mario yang sedang membuat iklan
untuk perusahaan tempatnya bekerja.

Aku mulai mengingat2 5 bulan lalu ada perubahan yang cukup drastis
pada Mario, setiap mau pergi kerja, dia tersenyum manis padaku, dan
dalam sehari bisa menciumku lebih dari 3x. Dia membelikan aku parfum
baru, dan mulai sering tertawa lepas. Tapi disaat lain, dia sering
termenung didepan komputernya. Atau termenung memegang Hp-nya. Kalau
aku tanya, dia bilang, ada pekerjaan yang membingungkan.

Suatu saat Meisha pernah datang pada saat Mario sakit dan masih
dirawat di RS. Aku sedang memegang sepiring nasi beserta lauknya
dengan wajah kesal, karena Mario tidak juga mau aku suapi. Meisha
masuk kamar, dan menyapa dengan suara riangnya,

” Hai Rima, kenapa dengan anak sulungmu yang nomor satu ini ? tidak
mau makan juga? uhh. dasar anak nakal, sini piringnya, ” lalu dia
terus mengajak Mario bercerita sambil menyuapi Mario, tiba2 saja
sepiring nasi itu sudah habis ditangannya. Dan..aku tidak pernah
melihat tatapan penuh cinta yang terpancar dari mata suamiku, seperti
siang itu, tidak pernah seumur hidupku yang aku lalui bersamanya,
tidak pernah sedetikpun !

Hatiku terasa sakit, lebih sakit dari ketika dia membalikkan tubuhnya
membelakangi aku saat aku memeluknya dan berharap dia mencumbuku.
Lebih sakit dari rasa sakit setelah operasi caesar ketika aku
melahirkan anaknya. Lebih sakit dari rasa sakit, ketika dia tidak mau
memakan masakan yang aku buat dengan susah payah. Lebih sakit daripada
sakit ketika dia tidak pulang kerumah saat ulang tahun perkawinan kami
kemarin. Lebih sakit dari rasa sakit ketika dia lebih suka mencumbu
komputernya dibanding aku.

Tapi aku tidak pernah bisa marah setiap melihat perempuan itu. Meisha
begitu manis, dia bisa hadir tiba2, membawakan donat buat anak2, dan
membawakan ekrol kesukaanku. Dia mengajakku jalan2, kadang mengajakku
nonton. kali lain, dia datang bersama suami dan ke-2 anaknya yang
lucu2.

Aku tidak pernah bertanya, apakah suamiku mencintai perempuan berhati
bidadari itu? karena tanpa bertanya pun aku sudah tahu, apa yang
bergejolak dihatinya.

Suatu sore, mendung begitu menyelimuti jakarta, aku tidak pernah
menyangka, hatikupun akan mendung, bahkan gerimis kemudian.

Anak sulungku, seorang anak perempuan cantik berusia 7 tahun,
rambutnya keriting ikal dan cerdasnya sama seperti ayahnya. Dia
berhasil membuka password email Papa nya, dan memanggilku, ” Mama, mau
lihat surat papa buat tante Meisha ?”

Aku tertegun memandangnya, dan membaca surat elektronik itu,

Dear Meisha,

Kehadiranmu bagai beribu bintang gemerlap yang mengisi seluruh relung
hatiku, aku tidak pernah merasakan jatuh cinta seperti ini, bahkan
pada Rima. Aku mencintai Rima karena kondisi yang mengharuskan aku
mencintainya, karena dia ibu dari anak2ku.

Ketika aku menikahinya, aku tetap tidak tahu apakah aku sungguh2
mencintainya. Tidak ada perasaan bergetar seperti ketika aku
memandangmu, tidak ada perasaan rindu yang tidak pernah padam ketika
aku tidak menjumpainya. Aku hanya tidak ingin menyakiti perasaannya.
Ketika konflik2 terjadi saat kami pacaran dulu, aku sebenarnya kecewa,
tapi aku tidak sanggup mengatakan padanya bahwa dia bukanlah perempuan
yang aku cari untuk mengisi kekosongan hatiku. Hatiku tetap terasa
hampa, meskipun aku menikahinya.

Aku tidak tahu, bagaimana caranya menumbuhkan cinta untuknya, seperti
ketika cinta untukmu tumbuh secara alami, seperti pohon2 beringin yang
tumbuh kokoh tanpa pernah mendapat siraman dari pemiliknya. Seperti
pepohonan di hutan2 belantara yang tidak pernah minta disirami, namun
tumbuh dengan lebat secara alami. Itu yang aku rasakan.

Aku tidak akan pernah bisa memilikimu, karena kau sudah menjadi milik
orang lain dan aku adalah laki2 yang sangat memegang komitmen
pernikahan kami. Meskipun hatiku terasa hampa, itu tidaklah mengapa,
asal aku bisa melihat Rima bahagia dan tertawa, dia bisa mendapatkan
segala yang dia inginkan selama aku mampu. Dia boleh mendapatkan
seluruh hartaku dan tubuhku, tapi tidak jiwaku dan cintaku, yang hanya
aku berikan untukmu. Meskipun ada tembok yang menghalangi kita, aku
hanya berharap bahwa engkau mengerti, you are the only one in my
heart.

yours,

Mario

Mataku terasa panas. Jelita, anak sulungku memelukku erat. Meskipun
baru berusia 7 tahun, dia adalah malaikat jelitaku yang sangat
mengerti dan menyayangiku.

Suamiku tidak pernah mencintaiku. Dia tidak pernah bahagia bersamaku..
Dia mencintai perempuan lain.

Aku mengumpulkan kekuatanku. Sejak itu, aku menulis surat hampir
setiap hari untuk suamiku. Surat itu aku simpan diamplop, dan aku
letakkan di lemari bajuku, tidak pernah aku berikan untuknya.

Mobil yang dia berikan untukku aku kembalikan padanya. Aku
mengumpulkan tabunganku yang kusimpan dari sisa2 uang belanja, lalu
aku belikan motor untuk mengantar dan menjemput anak2ku. Mario merasa
heran, karena aku tidak pernah lagi bermanja dan minta dibelikan
bermacam2 merek tas dan baju. Aku terpuruk dalam kehancuranku. . Aku
dulu memintanya menikahiku karena aku malu terlalu lama pacaran,
sedangkan teman2ku sudah menikah semua. Ternyata dia memang tidak
pernah menginginkan aku menjadi istrinya.

Betapa tidak berharganya aku. Tidakkah dia tahu, bahwa aku juga
seorang perempuan yang berhak mendapatkan kasih sayang dari suaminya ?
Kenapa dia tidak mengatakan saja, bahwa dia tidak mencintai aku dan
tidak menginginkan aku ? itu lebih aku hargai daripada dia cuma diam
dan mengangguk dan melamarku lalu menikahiku. Betapa malangnya
nasibku.

Mario terus menerus sakit2an, dan aku tetap merawatnya dengan setia.
Biarlah dia mencintai perempuan itu terus didalam hatinya. Dengan
pura2 tidak tahu, aku sudah membuatnya bahagia dengan mencintai
perempuan itu. Kebahagiaan Mario adalah kebahagiaanku juga, karena aku
akan selalu mencintainya.

**********

Setahun kemudian.

Meisha membuka amplop surat2 itu dengan air mata berlinang. Tanah
pemakaman itu masih basah merah dan masih dipenuhi bunga.

” Mario, suamiku..

Aku tidak pernah menyangka pertemuan kita saat aku pertama kali
bekerja dikantormu, akan membawaku pada cinta sejatiku. Aku begitu
terpesona padamu yang pendiam dan tampak dingin. Betapa senangnya aku
ketika aku tidak bertepuk sebelah tangan. Aku mencintaimu, dan begitu
posesif ingin memilikimu seutuhnya. Aku sering marah, ketika kamu
asyik bekerja, dan tidak memperdulikan aku. Aku merasa diatas angin,
ketika kamu hanya diam dan menuruti keinginanku. Aku pikir, aku si
puteri cantik yang diinginkan banyak pria, telah memenuhi ruang hatimu
dan kamu terlalu mencintaiku sehingga mau melakukan apa saja
untukku…

Ternyata aku keliru.. aku menyadarinya tepat sehari setelah pernikahan
kita. Ketika aku membanting hadiah jam tangan dari seorang teman
kantor dulu yang aku tahu sebenarnya menyukai Mario.

Aku melihat matamu begitu terluka, ketika berkata, ” kenapa, Rima ?
Kenapa kamu mesti cemburu ? dia sudah menikah, dan aku sudah memilihmu
menjadi istriku ?”

Aku tidak perduli,dan berlalu dari hadapanmu dengan sombongnya.

Sekarang aku menyesal, memintamu melamarku. Engkau tidak pernah
bahagia bersamaku. Aku adalah hal terburuk dalam kehidupan cintamu.
Aku bukanlah wanita yang sempurna yang engkau inginkan.

Istrimu,

Rima”

Di surat yang lain,

“….Kehadiran perempuan itu membuatmu berubah, engkau tidak lagi
sedingin es. Engkau mulai terasa hangat, namun tetap saja aku tidak
pernah melihat cahaya cinta dari matamu untukku, seperti aku melihat
cahaya yang penuh cinta itu berpendar dari kedua bola matamu saat
memandang Meisha..”

Disurat yang kesekian,

“…Aku bersumpah, akan membuatmu jatuh cinta padaku.

Aku telah berubah, Mario. Engkau lihat kan, aku tidak lagi marah2
padamu, aku tidak lagi suka membanting2 barang dan berteriak jika
emosi. Aku belajar masak, dan selalu kubuatkan masakan yang engkau
sukai. Aku tidak lagi boros, dan selalau menabung. Aku tidak lagi suka
bertengkar dengan ibumu. Aku selalu tersenyum menyambutmu pulang
kerumah. Dan aku selalu meneleponmu, untuk menanyakan sudahkah kekasih
hatiku makan siang ini? Aku merawatmu jika engkau sakit, aku tidak
kesal saat engkau tidak mau aku suapi, aku menungguimu sampai tertidur
disamping tempat tidurmu, dirumah sakit saat engkau dirawat, karena
penyakit pencernaanmu yang selalu bermasalah.. .

Meskipun belum terbit juga, sinar cinta itu dari matamu, aku akan
tetap berusaha dan menantinya.. ..”

Meisha menghapus air mata yang terus mengalir dari kedua mata
indahnya. dipeluknya Jelita yang tersedu-sedu disampingnya.

Disurat terakhir, pagi ini.

“……Hari ini adalah hari ulang tahun pernikahan kami yang ke-9.
Tahun lalu engkau tidak pulang kerumah, tapi tahun ini aku akan
memaksamu pulang, karena hari ini aku akan masak, masakan yang paling
enak sedunia. Kemarin aku belajar membuatnya dirumah Bude Tati, sampai
kehujanan dan basah kuyup, karena waktu pulang hujannya deras sekali,
dan aku hanya mengendarai motor.

Saat aku tiba dirumah kemarin malam, aku melihat sinar kekhawatiran
dimatamu. Engkau memelukku, dan menyuruhku segera ganti baju supaya
tidak sakit.

Tahukah engkau suamiku,

Selama hampir 15 tahun aku mengenalmu, 6 tahun kita pacaran, dan
hampir 9 tahun kita menikah, baru kali ini aku melihat sinar
kekhawatiran itu dari matamu, inikah tanda2 cinta mulai bersemi
dihatimu ?…”

Jelita menatap Meisha, dan bercerita,

” Siang itu Mama menjemputku dengan motornya, dari jauh aku melihat
keceriaan diwajah mama, dia terus melambai-lambaikan tangannya
kepadaku. Aku tidak pernah melihat wajah yang sangat bersinar dari
mama seperti siang itu, dia begitu cantik. Meskipun dulu sering marah2
kepadaku, tapi aku selalu menyayanginya. Mama memarkir motornya
diseberang jalan, Ketika mama menyeberang jalan, tiba2 mobil itu lewat
dari tikungan dengan kecepatan tinggi.. aku tidak sanggup melihatnya
terlontar, Tante… aku melihatnya masih memandangku sebelum dia tidak
lagi bergerak..” Jelita memeluk Meisha dan terisak-isak. Bocah cantik
ini masih terlalu kecil untuk merasakan sakit di hatinya, tapi dia
sangat dewasa.

Meisha mengeluarkan selembar kertas yang dia print tadi pagi. Mario
mengirimkan email lagi kemarin malam, dan tadinya aku ingin Rima
membacanya.

Dear Meisha,

Selama setahun ini aku mulai merasakan Rima berbeda, dia tidak lagi
marah2 dan selalu berusaha menyenangkan hatiku. Dan tadi, dia pulang
dengan tubuh basah kuyup karena kehujanan, aku sangat khawatir dan
memeluknya. Tiba2 aku baru menyadari betapa beruntungnya aku memiliki
dia. Hatiku mulai bergetar.. Inikah tanda2 aku mulai mencintainya ?

Aku terus berusaha mencintainya seperti yang engkau sarankan, Meisha.
Dan besok aku akan memberikan surprise untuknya, aku akan membelikan
mobil mungil untuknya, supaya dia tidak lagi naik motor kemana-mana. .
Bukan karena dia ibu dari anak2ku, tapi karena dia belahan jiwaku..

Meisha menatap Mario yang tampak semakin ringkih, yang masih terduduk
disamping nisan Rima. Diwajahnya tampak duka yang dalam. Semuanya
telah terjadi, Mario. Kadang kita baru menyadari mencintai seseorang,
ketika seseorang itu telah pergi meninggalkan kita.

Jakarta, 7 Januari 2009 (dedicated to my friend….may you rest in
peace…)

 

Forwarded by:

A _ 01/22/09

Nice story, ketika 2 orang menikah, bukankah seharusnya pasangannyalah sahabatnya, dan bukan orang orang lain. Tak hanya sahabatnya, tapi separuh nafasnya, belahan jiwanya. Tapi mengapa kata2 begitu sulit diucapkan….

February 2nd, 2009 at 8:30 pm | Comments & Trackbacks (0) | Permalink

kalo istri cantik ga sempet masak buat suami atau masakannya ga enak
suami bilang: ndak papa sayang… kita makan di restoran aja yuk…
kalo istri jelek ga sempet masak buat suami atau masakannya ga enak
suami bilang: masakan kok sama tampang sama… sama2 ga enak

kalo istri cantik kebelet minta dibeliin mobil baru
suami bilang: sabar ya sayang, nabung dulu… apa sih yang nggak aku beri buat kamu…
kalo istri jelek kebelet minta dibeliin mobil baru
suami bilang: kamu tuh… ga tau apa cari duit susah, minta aneh2 lagi

kalo istri cantik lagi hamil tua lewat depan suami
suami bilang: sayang… wanita itu kalu sedang hamil justru sexy lho
kalo istri jelek lagi hamil tua lewat depan suami
suami bilang: weleh… gentong jalan, ngapain sih mondar mandir aje

kalo istri cantik ga mau nyuci pakaian
suami bilang: ahhh kan ada pembantu dan mesin cuci, lagian ntar tangan kamu jadi kasar lho…
kalo istri jelek ga mau nyuci pakaian
suami bilang: dasar sok… nyuci pakaian aja ga mau… (sambil geleng2 kepala)

kalo istri cantik lagi ngambek dan cemberut
suami bilang: kamu biar cemberut gitu tetep keliatan manis kok Yang…
kalo istri jelek lagi ngambek dan cemberut
suami bilang: muka dari tadi dilipet ga dilipet juga sama aja…

kalo istri cantik lupa bangunin suami untuk kerja
suami bilang: kamu tidurnya nyenyak banget ya semalam, gapapa kok
sekali2 aku telat kekantor…
Kalo istri jelek lupa bangunin suami untuk kerja
suami bilang: Tidur apa pingsan… aku bakal kena marah boss nih Gara2 kamu…

kalo istri cantik dandan pake make up mahal
suami bilang: kamu tambah cantik deh… I Love You
Kalo istri jelek dandan pake make up mahal
suami bilang: dasar BUBOR… Ibu-ibu Boros…!

kalo istri cantik kentut
suami bilang: ga papa sayang… kl kentut di tahan2 bikin penyakit lho…
Kalo istri jelek kentut
Suami bilang: bau tau ga…! ga ada sopan santunnya sama sekali

kalo istri cantik ngajak plesiran ke Bali
suami bilang: Bali is beautiful place
Kalo istri jelek ngajak plesir ke bali
suami bilang: alah… ancol aja kenapa yang deket!!!

kalo istri cantik lagi sakit
Suami bilang: Sebentar lagi juga sembuh… kamu banyak istirahat ya
kalo istri jelek lagi sakit
suami bilang: wah… jangan2 bentar lagi nih… namanya juga umur

kalo istri cantik pulang kerja lembur sampe malam
suami bilang: kamu pasti lelah sekali malam ini…
kalo istri jelek pulang kerja sampe malam
suami bilang: Ngapain sih ngelembur2 segala sampe lupa masakin suami

kalo istri cantik udah bbrp kali melahirkan
suami bilang: ikutan senam di gym aja biar tetap bugar dan km tetap cantik
kalo istri jelek udah bbrp kali melahirkan
suami bilang: Tuh badan melar semua… ikutan senam sana tiap minggu pagi di halaman PUSKESMAS…

“PS: sebagai pembelaan bagi kaum pria atas dimuatnya Email gender” :

Beda Cowok Ganteng dan Cowok Jelek
kalo cowok ganteng berbuat jahat
cewek-cewek bilang: nobody’s perfect
kalo cowok jelek berbuat jahat
cewek-cewek bilang: pantes…tampangnya kriminal

kalo cowok ganteng nolongin cewek yang diganggu preman
cewek-cewek bilang: wuih jantan…kayak di filem-filem
kalo cowok jelek nolongin cewek yang diganggu preman
cewek-cewek bilang: pasti premannya temennya dia…

Kalo cowok ganteng pendiam
cewek-cewek bilang: woow, cool banget…
kalo cowok jelek pendiam
cewek-cewek bilang: ih kuper…

kalo cowok ganteng jomblo
cewek-cewek bilang: pasti dia perfeksionis
kalo cowok jelek jomblo
cewek-cewek bilang: sudah jelas…kagak laku…

kalo cowok ganteng dapet cewek cantik
cewek-cewek bilang: klop…serasi banget…
kalo cowok jelek dapet cewek cantik
cewek-cewek bilang: pasti main dukun…

kalo cowok ganteng diputusin cewek
cewek-cewek bilang: jangan sedih, khan masih ada aku…
kalo cowok jelek diputusin cewek
cewek-cewek bilang:…(terdiam, tapi telunjuknya meliuk-liuk dari atas ke bawah, liat dulu dong bentuknya).. .

kalo cowok ganteng ngaku indo
cewek-cewek bilang: emang mirip-mirip bule sih…
kalo cowok jelek ngaku indo
cewek-cewek bilang: pasti ibunya Jawa bapaknya robot…

kalo cowok ganteng penyayang binatang
cewek-cewek bilang: perasaannya halus…penuh cinta kasih
kalo cowok jelek penyayang binatang
cewek-cewek bilang: sesama keluarga emang harus menyayangi.. .

kalo cowok ganteng bawa BMW
cewek-cewek bilang: matching…keren luar dalem
kalo cowok jelek bawa BMW
cewek-cewek bilang: mas majikannya mana?…

kalo cowok ganteng males difoto
cewek-cewek bilang: pasti takut fotonya kesebar-sebar
kalo cowok jelek males difoto
cewek-cewek bilang: nggak tega ngeliat hasil cetakannya ya?…

kalo cowok ganteng naek motor gede
cewek-cewek bilang: wah kayak lorenzo lamas di film Renegade…bikin lemas…
kalo cowok jelek naek motor gede
cewek-cewek bilang: awas!! Mandragade lewat…

kalo cowok ganteng nuangin air ke gelas cewek
cewek-cewek bilang: ini baru cowok gentlemen
kalo cowok jelek nuangin air ke gelas cewek
cewek-cewek bilang: naluri pembantu, emang gitu…

kalo cowok ganteng bersedih hati
cewek-cewek bilang: let me be your shoulder to cry on
kalo cowok jelek bersedih hati
cewek-cewek bilang: cengeng amat!!…laki- laki bukan sih?

Kalo cowok ganteng baca e-mail ini
langsung ngaca sambil senyum-senyum kecil, lalu berkata “life is beautiful”
kalo cowok jelek baca e-mail ini, Frustasi, ngambil tali jemuran,
trus triak sekeras-kerasnya “HIDUP INI KEJAAAAMMM.. ..!!!”

 

Forwarded by:

A.D   01/05/09

February 2nd, 2009 at 8:12 pm | Comments & Trackbacks (0) | Permalink
Ketika TUHAN menciptakan wanita , DIA lembur pada hari ke-6.
Malaikat datang dan bertanya “Mengapa begitu lama TUHAN? “
TUHAN menjawab “Sudah kah engkau liat semua detail yg AKU buat untuk menciptakan mereka? 2 tangannya ini harus bisa dibersihkan, tetapi bahannya bukan dari plastik. Setidaknya terdiri dari 200 bagian, yang bisa digerakkan dan berfungsi dengan baik untuk membuat segala jenis makanan.
Mampu menjaga banyak anak saat bersamaan, punya pelukan yang dapat menyembuhkan sakit hati dan keterpurukan. Dan semua akan dilakukannya dengan 2 tangan ini”.
Malaikat itu Takjub…”Hanya dengan 2 tangan?…impossible!!”
AKU akan menyelesaikan ciptaan-KU ini hari ini, karena ini adalah ciptaan favoritKU. Oh ya…dia juga akan mampu menyembuhkan dirinya sendiri dan bisa bekerja selama 18 jam sehari”.
Malaikat mendekat dan mengamati bentuk wanita ciptaan TUHAN itu.
“Tapi Engkau membuatnya begitu Lembut TUHAN?”
“Yah… Aku membuatnya begitu lembut, tapi engkau belum bisa membayangkan kekuatan yang AKu berikan agar dia dapat mengatasi banyak hal yang luar biasa?”
“Dia bisa berpikir?” tanya malaikat
TUHAN menjawab: ” Tak hanya berpikir, dia mampu bernegoisasi. “
Malaikat itu menyentuh dagunya. . . ” TUHAN ENGKAU buat ciptaan ini kelihatannya lelah dan rapuh! Seolah terlalu banyak beban baginya”.
“Itu bukan lelah atau rapuh…. itu AIR MATA”.
“Untuk apa?” tanya malaikat
Tuhan melanjukan : ” AIR MATA adalah salah satu cara dia mengekspresikan kegembiraan, kegalauan, Cinta, kesepian, penderitaan dan kebahagian “
” ENGKAU memikirkan segala sesuatunya.Wanita ciptaanMU ini akan sungguh
menakjubkan! “
“YA Mesti. . . ! Wanita ini akan mempunyai kekuatan mempesona bagi
laki-laki.
Dia dapat mengatasi beban bahkan laki-laki
Dia Mampu menyimpan kebahagian dan pendapatnya sendiri.
Dia mampu tersenyum bahkan saat hatinya menjerit. Mampu menyanyi saat
menangis, menagis saat terharu, terharu saat tertawa, bahkan tertawa
saat ketakutan.
Dia berkorban demi orang yang dicintainya.
Dia tidak menolak kalo melihat yang lebih baik.
Dia menerjunkan dirinya untuk keluarganya.
Dia membawa temannya yang sakit untuk berobat.
——- CINTANYA TANPA SYARAT ———
Dia menangis saat melihat anaknya adalah pemenang.
Dia girang dan bersorak saat melihat temannya tertawa.
Dia begitu bahagia mendengar kelahiran.
Hatinya begitu sedih saat mendengar berita sakit dan kematian tetapi dia
selalu punya kekuatan untuk mengatasi hidup, dia tahu bahwa sebuah ciuman dan pelukan dapat menyembuhkan luka”.
” Hanya 1 Kekurangan dari Wanita “
DIA LUPA BETAPA BERHARGANYA DIA
forwarded by:
F_01/04/09
January 11th, 2009 at 2:18 am | Comments Off | Permalink
Saat kamu ngerasa kalau semua yang terjadi di sekitar kamu sangat tidak bersahabat dan ga seperti yang kamu harapkan…
Saat kamu merasa orang-orang di sekitarmu pergi dan mereka yang kamu sayang malah mengkhianati…
Dan kamu mulai merasa kalau hidupmu membosankan…
Berhenti… jangan lari lebih jauh lagi…
karena semua ini harus kau hadapi bukan kau hindari…
Aq pernah dibuang, teman…
pernah dikhianati…
Pernah dianggap sampah, bahkan tidak dianggap
ada…
Tapi kamu lihat, sampai saat ini aq masih ada
di sini, berani menatap semua dan kembali menuai tawa dan menemukan bahagia
lagi…
Tanpa kamu sadari, banyak tangan yang akan mengangkat kamu saat kamu terpuruk jatuh, saat kamu merasa untuk tersenyum pun kamu ga sanggup…
Malaikat-malaikat tanpa sayap itulah yang akan ada di sisi kamu… Teman, Sahabat, Saudara…
Aq pernah hanya punya serentetan puisi-puisi alunan sakit hati dalam pikiranku, hanya mampu bersumpah serapah memaki setiap ke-brengsekan yang pernah aq alami, mencaci maki orang-orang yang aq anggap pernah menyakiti, menyalahkan keadaan karena ga seperti yang aq harapkan…
Ga ada ikhlas… ga ada maaf…
Karena aq merasa semua yang aq berikan seharusnya dibayar dengan harga yang jauh lebih mahal dari semua kepahitan yang
aq alami… Dan aq berpikir, ”Apa aq ga berharga…?”
Tapi semua itu percuma… Itu cuma permainan ego belaka…
Kamu ga perlu melupakan… tapi kamu harus belajar memaafkan, berani mencoba untuk mengikhlaskan…
Kamu sangat berharga, sahabat…
saat kamu menyadari kalau dirimu memang berharga…
forwarded by :
R_01/08/09
January 11th, 2009 at 1:58 am | Comments & Trackbacks (0) | Permalink

Seorang murid sekolah dasar mendapat pekerjaan rumah dari gurunya untuk menjelaskan arti kata POLITIK. Karena belum memahaminya, ia kemudian bertanya pada ayahnya.

Sang Ayah yang menginginkan si anak dapat berpikir secara kreatif kemudian memberikan penjelasan, “Baiklah nak, Ayah akan mencoba menjelaskan dengan perumpamaan, misalkan ayahmu adalah orang yang bekerja untuk menghidupi keluarga, jadi kita sebut ayah adalah investor. Ibumu adalah pengatur keuangan, jadi kita menyebutnya pemerintah. Kami di sini memperhatikan kebutuhan-kebutuhan mu, jadi kita menyebut engkau rakyat. Pembantu, kita masukkan dia ke dalam kelas pekerja, dan adikmu yang masih balita, kita menyebutnya masa depan. Sekarang pikirkan hal itu dan lihat apakah penjelasan Ayah ini bisa kau pahami?”

Si anak kemudian pergi ke tempat tidur sambil memikirkan apa yang dikatakan ayahnya. Pada tengah malam, anak itu terbangun karena mendengar adik bayinya menangis. Ia melihat adik bayinya mengompol. Lalu ia menuju kamar tidur orang tuanya dan mendapati ibunya sedang tidur nyenyak.

Karena tidak ingin membangunkan ibunya, maka ia pergi ke kamar pembantu. Karena pintu terkunci, maka ia kemudian mengintip melalui lubang kunci dan melihat ayahnya berada di tempat tidur bersama pembantunya.

Akhirnya ia menyerah dan kembali ke tempat tidur, sambil berkata dalam hati bahwa ia sudah mengerti arti POLITIK.

Pagi harinya, sebelum berangkat ke sekolah ia mengerjakan tugas yang diberikan oleh gurunya dan menulis pada buku tugasnya: ‘Politik adalah hal di mana para Investor meniduri kelas Pekerja, sedangkan Pemerintah tertidur lelap, Rakyat diabaikan dan Masa Depan berada dalam kondisi yang menyedihkan. ” (kpl/rif)

di forward oleh :

M.R.A   _12/17/08_

December 28th, 2008 at 3:51 pm | Comments & Trackbacks (0) | Permalink

Segitiga Cinta

Ada banyak alasan orang untuk menikah. Ada yang bilang bahwa
pasangannya enak diajak bicara. Ada yang bilang pasangannya sangat
perhatian. Ada yang bilang merasa aman dekat dengan pasangannya. Ada
yang bilang pasangannya macho atau sexy. Ada yang bilang pasangannya
pandai melucu. Ada yang bilang pasangannya pandai memasak. Ada yang
bilang pasangannya pandai menyenangkan orang tua. Pendek kata
kebanyakan orang bilang dia COCOK dengan pasangannya.

Ada banyak alasan pula untuk bercerai. Ada yang bilang pasangannya
judes, bila diajak bicara cenderung emosional. Ada yang bilang
pasangannya sangat memperhatikan pekerjaannya saja, lupa kepada
orang-orang di rumah yang setia menunggu. Ada yang bilang pasangannya
sangat pendiam, tidak dapat bertindak cepat dalam situasi darurat,
sehingga merasa kurang terlindungi. Ada yang bilang pasangannya kurang
menggairahkan. Ada yang bilang pasangannya gak nyambung kalau bicara.
Ada yang bilang masakan pasangannya terlalu asing atau terlalu manis.
Ada yang bilang pasangannya tidak dapat mengambil hati mertuanya.
Pendek kata kebanyakan orang bilang bahwa dia TIDAK COCOK LAGI dengan
pasangannya.

Kebanyakan orang sebetulnya menikah dalam ketidakcocokan. Bukan dalam
kecocokan. Ahli psikologi menyebut kecocokan-kecocokan diatas sebagai
sebuah ilusi pernikahan. Dua orang yang pada waktu pacaran merasa
cocok tidak akan serta merta berubah menjadi tidak cocok
setelah mereka menikah.

Ada hal-hal yang hilang setelah mereka menikah, yang sebelumnya mereka
pertahankan benar-benar selama pacaran. Sebagai contoh, pada waktu
pacaran dua sejoli akan saling memperhatikan, saling mendahulukan satu
dengan yang lain, saling menghargai, saling mencintai. Lalu apa yang
dapat menjadi pengikat yang mampu terus mempertahankan sebuah
pernikahan, bila kecocokan-kecocokan itu tidak ada lagi? Jawabannya
adalah KOMITMEN.

Seorang kawan saya di Surabaya membuat sebuah penelitian, perilaku
selingkuh kaum adam pada waktu mereka dinas luar kota dan jauh dari
anak/isterinya. Apa yang membuat pria-pria tersebut selingkuh tidak
perlu dijabarkan lagi. Tetapi apa yang membuat pria-pria tersebut
bertahan untuk tidak selingkuh? Jawaban dari penelitian tersebut sama
dengan diatas yaitu : KOMITMEN.

Hanya komitmen yang kuat mampu menahan gelombang godaan dunia modern
pada waktu seorang pria berada jauh dari keluarganya. Begitu pula
sebaliknya, pada kasus wanita yang berselingkuh.

Komitmen adalah sebagian dari cinta dalam definisi seorang psikolog
kenamaan bernama Sternberg. Dia menyebutnya sebagai “triangular love”
atau segitiga cinta dimana ketiga sudutnya berisi: Intimacy
(keintiman), Passion (gairah) dan Commitment (komitmen). Sebuah cinta
yang lengkap dalam sebuah rumah tangga selayaknya memiliki ketiga hal
diatas.

Intimacy atau keintiman adalah perasaan dekat, enak, nyaman, ada
ikatan satu dengan yang lainnya.

Passion atau gairah adalah perasaan romantis, ketertarikan secara
fisik dan seksual dan berbagai macam perasaan hangat antar pasangan.

Commitment atau komitmen adalah sebuah keputusan final bahwa seseorang
akan mencintai pasangannya dan akan terus memelihara cinta tersebut
“until the death do us apart”.

Itulah segitiga cinta karya Sternberg yang cukup masuk akal untuk
dipelihara dalam kehidupan rumah tangga. Bila sebuat relasi kehilangan
salah satu atau lebih dari 3 unsur diatas, maka relasi itu tidak dapat
dikatakan sebagai cinta yang lengkap dalam konteks hubungan suami dan
isteri, melainkan akan menjadi bentuk-bentuk cinta yang berbeda.

Sebagai contoh :

Bila sebuah relasi hanya berisi intimacy dan commitment saja, maka
relasi seperti ini biasa disebut sebagai persahabatan.

Bila sebuah relasi hanya bersisi passion dan intimacy saja tanpa
commitment, maka ia biasa disebut sebagai kumpul kebo.

Bila sebuah relasi hanya mengandung passion saja tanpa intimacy dan
commitment, maka ia biasa disebut sebagai infatuation (tergila-gila)

Intinya adalah jika ingin membuat hubungan menjadi lebih baik tanamkan
dalam hati tentang arti commitment yang sebenarnya. Itulah arti cinta
yang sebenarnya.

forwarded by :

S.U _12/21/08_

December 27th, 2008 at 1:16 am | Comments & Trackbacks (0) | Permalink

Seperti biasa Andrew, Kepala Cabang di sebuah perusahaan swasta
terkemuka di Jakarta , tiba di rumahnya pada pukul 9 malam. Tidak seperti
biasanya, Sarah, putri pertamanya yang baru duduk di kelas tiga SD
membukakan
pintu untuknya.

Nampaknya ia sudah menunggu cukup lama.

“Kok, belum tidur ?” sapa Andrew sambil mencium anaknya.

Biasanya Sarah memang sudah lelap ketika ia pulang dan baru terjaga
ketika ia akan berangkat ke kantor
pagi
hari.

Sambil membuntuti sang Papa menuju ruang keluarga,
Sarah menjawab, “Aku nunggu Papa pulang. Sebab aku mau tanya berapa
sih gaji Papa ?”

“Lho tumben, kok nanya gaji Papa ? Mau minta uang lagi, ya ?”

“Ah, enggak. Pengen tahu aja” ucap Sarah singkat.

“Oke. Kamu boleh hitung sendiri. Setiap hari Papa bekerja sekitar
10jam dan dibayar Rp. 400.000,-.
Setiap bulan rata-rata dihitung 22 hari kerja.

Sabtu dan Minggu libur, kadang Sabtu Papa masih lembur.
Jadi, gaji Papa dalam satu bulan berapa, hayo ?”

Sarah berlari mengambil kertas dan pensilnya dari meja belajar,
sementara Papanya melepas sepatu dan menyalakan televisi.
Ketika Andrew beranjak menuju kamar untuk berganti pakaian, Sarah
berlari mengikutinya.
“Kalo satu hari Papa dibayar Rp. 400.000,-untuk 10 jam, berarti satu
jam Papa digaji Rp. 40.000,- dong” katanya.

“Wah, pinter kamu. Sudah, sekarang cuci kaki,
tidur”
perintah Andrew.
Tetapi Sarah tidak beranjak.

Sambil menyaksikan Papanya berganti pakaian,Sarah kembali bertanya,
“Papa, aku boleh pinjam uang Rp. 5.000,- enggak ?”

“Sudah, nggak usah macam-macam lagi.
Buat apa minta uang malam-malam begini ? Papa capek.
Dan mau mandi dulu. Tidurlah”.

“Tapi Papa…”

Kesabaran Andrew pun habis.
“Papa bilang tidur !” hardiknya mengejutkan Sarah.

Anak kecil itu pun berbalik menuju kamarnya.

Usai mandi, Andrew nampak menyesali hardiknya.

Ia pun menengok Sarah di kamar tidurnya.

Anak kesayangannya itu belum tidur.
Sarah didapati sedang terisak-isak pelan sambil memegang uang Rp.
15.000,- di tangannya.

Sambil berbaring dan mengelus kepala bocah kecil itu,
Andrew berkata, “Maafkan Papa, Nak, Papa sayang sama Sarah.
Tapi buat apa sih minta uang malam-malam begini ?
Kalau mau beli mainan, besok kan bisa.”

Jangankan
Rp.5.000,-
lebih dari itu pun Papa kasih” jawab Andrew

“Papa, aku enggak minta uang. Aku hanya pinjam.
Nanti aku kembalikan kalau sudah menabung lagi dari uang jajan
selama minggu ini”.

“lya, iya, tapi buat apa ?” tanya Andrew lembut.

“Aku menunggu Papa dari jam 8. Aku mau ajak Papa main ular tangga.
Tiga puluh menit aja.
Mama sering bilang kalo waktu Papa itu sangat berharga. Jadi, aku
mau ganti waktu Papa.
Aku buka tabunganku, hanya ada Rp.15.000,- tapi..
karena Papa bilang satu jam Papa dibayar Rp. 40.000,-
maka setengah jam aku harus ganti Rp. 20.000,-.
Tapi duit tabunganku kurang Rp.5.000,
makanya aku mau pinjam dari Papa” kata Sarah polos.

Andrew pun terdiam. ia kehilangan kata-kata.
Dipeluknya bocah kecil itu erat-erat dengan perasaan haru.
Dia baru menyadari, ternyata limpahan harta yang dia berikan selama
ini,
tidak cukup untuk “membeli” kebahagiaan anaknya.

“Bagi
dunia kau hanya
seseorang, tapi bagi seseorang kau adalah
dunianya”

…Nice story…money is important but certainly not everything.. .(but
something :)
forwarded by :

A.W _12/4/08_

December 27th, 2008 at 1:14 am | Comments & Trackbacks (0) | Permalink